Pengobatan Penyakit Asma

Obat-obatan bisa membantu penderita asma menjalani kehidupan normal. Pengobatan penyakit asma segera untuk mengendalikan serangan asma berbeda dengan pengobatan rutin untuk mencegah serangan. Hasil pengobatan terbaik untuk pengobatan jangka panjang dapat dicapai melalui penggunaan obat serta mengindari alergen dan faktor pencetus serangan.

Tujuan pemberian obat untuk melebarkan saluran napas dengan cara melemaskan otot polos, mengurangi pembengkakan saluran napas serta mengencerkan riak yang kental sehingga mudah dikeluarkan. Pengenceran riak juga dapat dilakukan dengan banyak minum. Dapat disampaikan disini bahwa obat asma pada dasarnya terdiri dari dua jenis yaitu pelega (reliever) dan pengontrol (controller). Kerja obat pelega adalah membuat saluran napas yang menyempit menjadi lebar kembali, dan obat ini disebut bronkodilator. Penyempitan saluran napas inilah yang menyebabkan pasien asma mengeluh mengalami sesak napas.

Terapi awal asma 

  • Berikan oksigen sebanyak 4-6 liter/ menit.
  • Obat agonis B2 (salbutamol 5 mg atau feneterol 2,5 mg atau berbutiran 10 mg) inhalasi nebulasi. Pemberian dapat diulang setiap 20 menit sampai satu jam. Agonis B2 dapat diberikan secara subkutan atau disuntikkan intra vena (iv) dengan dosis salbutamol 0,25 mg atau terbutalin 0,25 mg dalam larutan dekstrosa 5% dan diberikan perlahan.
  • Aminofilin bolus iv 5-6 mg/kg BB. Jika sudah menggunakan obat ini dalam 12 jam terakhir.
  • Kortikosteroid/ hidrokortison 100-200 mg iv.

Respons terapi awal baik jika :

  • respons menetap selama 60 menit setelah pemberian obat
  • Pemeriksaan fisik normal
  • Arus puncak ekspirasi (APE) >70%
  • Apabila respons tidak baik, sebaiknya pasien dirawat dirumah sakit.

Terapi asma untuk berbagai tingkat keparahan :

  • Asma ringan agonis B2 inhalasi atau oral sebelum aktivitas atau terpapar alergen
  • Asma sedang, berikan obat antiradang setiap hari dan agonis B2 inhalasi bila diperlukan.
  • Asma berat: berikan steroid inhalasi setiap hari, teofilin lepas lambat, atau agonis B2 kerja lama, sterodi oral selang sehari atau dosis tunggal harian dan agonis B2 inhalasi sesuai kebutuhan.

Terapi asma jangka panjang :
Asma persisten

  • Tidak diperlukan obat pengontrol
  • Berikan obat pelega berupa bronkodilator aksi cepat (agonis 2 beta inhalasi) serta agonis beta 2 inhalasi atau kromolin ssebelum aktivitas  atau terpapar alergen.

Asma persisten ringan 

  • Obat pengontrol (harian) dapat diberikan, yaitu inhalasi kortikosteroid 200-500 ug atau kromolin, nedokromil, atau teofilin lepas lambat. Obat-obatan ini dapat ditingkatkan hingga 800 ug atau ditambahkan bronkodilator kerja lama, terutama untuk penderita asma yang sering mengalami serangan pada malam hari. Dapat juga diberikan agonis beta 2 aksi lama inhalasi.
  • Bila dibutuhkan obat pelega dapat diberikan inhalasi agonis beta 2 kerja cepat, 3-4 kali sehari.

Asma persisten sedang 

  • Obat pengontrol (harian) dapat diberikan, yaitu inhalasi kortikosteroid 800-2000 ug serta bronkodilator kerja lama, terutama pada penderita asma yang sering mengalami serangan pada malam hari. Berikan agonis beta 2 aksi lama dalam bentuk inhalasi/ oral, atau teofilin lepas lambat.
  • Bila diperlukan obat pelega, berikan agonis beta 2 kerja cepat, 3-4 kali sehari.

Asma persisten berat 

  • Obat pengontrol (harian) dapat diberikan yaitu inhalasi kortikosteroid 800-2000 ug atau lebih serta bronkodilator kerja lama berupa agonis  beta 2 aksi lama dalam bentuk inhalasi/ oral, atau teofilin lepas lambat. Selain itu, juga dapat ditambahkan kortikosteroid oral.

=====================================

>>> Kapsul Herbal Asma Untuk Meringankan dan Mengobati Penyakit Asma Beserta Gejalanya, Serta Memperlonggar Saluran Napas, Anti Peradangan, Antibiotik Alami, Analgesik dan Memperbaiki Organ Yang Rusak, Produk Herbal, Klik Detail Disni!
=====================================


This entry was posted in Pemcegahan dan Pengobatan Asma Pada Anak and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>