Sakit Asma

This gallery contains 1 photo.

Vonis sebagai penyandang asma atau bengek, sepertinya menjadi sebuah lebel penyakit yang akan melekat seumur hidup. Penderitanya seakan harus pasrah pada serangan sesak napas, batuk-batuk, dan bengek yang muncul sewaktu-waktu. Meski tidak dikategorikan sebagai penyakit menular, penyakit asma ini termasuk … Continue reading

More Galleries | Leave a comment

Pengobatan Asma

Pengobatan yang dilakukan tidak hanya diberikan apabila sedang kambuh sesak napasnya, melainkan sampai kita dapat mengendalikan sesak napas penderita dalam jangka lama. Cara-cara pengobatan/pencegahan harus dimasyarakatkan baik dikalangan medis maupun penderita asma dan keluarga. Yang penting harus ada hubungan yang erat antara dokter atau tenaga medis lainnya dengan penderita asma serta keluarga sehingga dapat terjalin kerjasama dalam pengelolaan penyakit ini.l.

Satu hal yang mungkin perlu disadari bahwa asma itu penyakit menahun (kronis). Karena itu mengharuskan penderita berobat dengan baik dan menurut aturan. Karena menahun maka pengobatan yang juga pengobatan menahun, tidak hanya merupakan pengobatan terhadap serangan kambuhan akut saja. Jadi penderita asma harus melakukan pengobatan jangka pajang (menahun) atau perlu memakai obat tiap hari. Disamping itu harus ada sediaan pengobatan untuk kambuhan akut.
Meskipun asma tidak dapat disembuhkan, tetapi bila dikelola secara baik sebelum meningkat kepada berikutnya, fungsi paru-paru pasien akan dapat diperbaiki sampai tingkat maksimal.

 

 

Cara berobat yang dianjurkan adalah mencegah serangan sesak napas, bukan mengobati serangan asma. Mencegah, bukan berarti menghilangkan perasaan sesak. Yang penting adalah berusaha untuk memperbaiki fungsi paru-paru semaksimal mungkin. Dengan cara pengobatan ini penderita asma akan hidup, bekerja dan berolahraga seperti orang lain.
Dalam hal pengobatan asma ada beberapa hal yang perlu diingat, antara lain adalah : 1) Gunakanlah obat sesuai dengan anjuran dokter, bila perlu mintalah catatan tertulis kepada dokter tentang pengobatan itu; 2) Janganlah mengubah pengobatan tanpa konsultasi dengan dokter yang mengobati; 3) Jangan menghentikan pengobatan, pencegahan meskipun anak tidak mendapat serangan lagi; 4) Ketahuilah bahwa obat apa yang harus dicapai pada serangan mendadak. Oleh karena itu, obat tersebut harus selalu tersedia dilemari obat khusus
5) Janganlah panik menghadapi serangan asma karena penyakit itu dapat memperburuk keadaan; 6) Jangan segan-segan menanyakan penjelasan dengan mengenai penyakit asma kepada dokter yang bisa merawat. Memang bila berkonsultasi haruslah dengan dokter yang sudah mengetahui jenis penyakit asma itu, usahakan jangan biasakan sering kali berganti-ganti dokter.

Posted in Pemcegahan dan Pengobatan Asma Pada Anak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Asma

Masyarakat harus mengenal pemicu mana yang dapat menimbulkan serangan asma pada seseorang karena selain obat asma, mereka harus menghindarkan pemicu-pemicu tadi.
Ada berapa cara yang dapat dipakai untuk mendeteksi pemicu tadi. Cara itu antara lain adalah :

a) Adakah serangan timbul pada waktu tertentu ?

b) Apakah serangan timbul bila bermain dengan binatang peliharaan tertentu atau bila ada kecoa? Dan apakah serangan tidak timbul apabila jauh dari binatang-binatang tersebut?
c) Apakah serangan timbul bila bila banyak debu atau seang membersihkan debu?

d) Apakah serangan timbul setelah olahraga atau latihan ? Latihan macam apa ?

e) Apakah serangan timbul bila kena pilek atau flu ?

f) Apakah serangan timbul setelah olahraga atau latihan ?

g) Apakah serangan timbul apabila anak terlalu gembira atau marah?

h) Apakah timbulnya serangan berkaitan dengan cuaca, udara dingin, udara yang sangat kering, atau lembab?
i) Apakah serangan timbul bila disekitar anak tersebut ada yang merokok, polusi udara lain, atau obat nyamuk, asap daur, minyak wangi, pengecat rambut, inteksida, dan lain-lain.

 

 

Dengan memperhatikan semua kemungkinan yang dapat memicu timbulnya serangan itu, misalnya dengan membuat daftar dan mencatat serangan, diharapkan pemicu dapat dihindari, sehingga serangan tidak terjadi.
Disamping itu sangat dianjurkan untuk mengenal dan menghindari faktor penyebab asma. Yang juga tidak boleh dilupakan adalah mengatasi psikologis, misalnya mengurangi kecemasan, meningkatkan kepercayaan pada diri dan menganjurkan penguasaan pribadi terhadap asma.
Asma dapat menimbulkan reaksi psikologis. Penderita tanpa gangguan psikologis bagaimanapun akan mengalami stres, depresi, frustasi, rendah diri karena menderita asma, gangguan dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Adanya faktor itu diketahui dan didiskusikan dengan yang bersangkutan secara langsung atau dikomunikasikan kepada seorang ahli jiwa.
Pengelolaan asma harus sedemikian rupa sehingga penderita asma dapat hidup dan bekerja seperti orang lain.  Cara pengelolaan terbaik adalah dengan pengobatan atau pencegahan.

 

 

Posted in Pemcegahan dan Pengobatan Asma Pada Anak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Asma

Serangan-serangan sesak napas karena asma sering kali menyebabkan penderita baik dewasa maupun anak-anak tidak dapat hidup seperti orang lain sehingga kualitas hidupnya berbeda dengan orang normal.
Mereka tidak bisa keluar rumah dengan leluasa, tidak bisa bermain seperti anak-anak lain, bila sudah dewasa tidak bisa bekerja bebas seperti orang normal sehingga lebih banyak murung diri.

Kadang-kadang orang sekitarnya menjadi ragu apakah penyakit yang diderita orang itu penyakit asma atau tidak. Dengan banyaknya gejala asma bisa dikenal dengan mudah dan jelas, antara lain penderita terlihat seringkali sesak napas, dan waktu mengeluarkan napas terdengar bunyi.
Kadang-kadang gejala asma tidak selalu sesak napas dan berbunyi seperti itu. Jadi variasi dari penyakit asma cukup luas, mulai dari penderita yang merasa sehat sampai kepada penderita mendapat serangan sesak napas berat sehingga harus dirawat druang ICU (Intensive Care Unit)

Idealnya semua orang mengenal gejala penyakit asma. Pengertian asma paling sering terdapat pada keluarga yang alergi.
Anggota keluarga tadi ada yang menderita penyakit eksim atau alergi lainnya. Jenis asma yang lain, penderitanya tidak alergi. Namun jenis asma ini tidak banyak penderitanya. Karena itu, anggota keluarga demikian sebaiknya mengenal gejala asma supaya dapat mencegah timbulnya penyakit asma.

 

 

Kelainan utama pada penderita asma adalah peradangan saluran napas yang dapat memunculkan dua gejala pokok, yaitu:

1) Peradangan saluran napas yang menyebabkan sesak napas. Keadaan ini membuat udara sukar keluar sehingga penderita merasa sesak. Apalagi bila hal ini di sertai pembengkakan saluran napas dengan mengeluarkan lendir yang berlebihan. Saluran napas akan lebih sempit lagi karena banyaknya lendir itu.

2) Kenaikan kepekaan saluran napas, saluran ini amat peka terhadap berbagai rangsangan. Sedikit saja terdapat perangsangan, seperti asap rokok, obat nyamuk, penderita langsung bersin, batuk atau sesak napas.

Untuk mengetahui apakah penyempitan saluran napasnya masih ada, berkurang, atau sudah normal, bisa diukur dengan alat ukur “flow meter”. Bila perasaan sesak napasnya sering, belum tentu parunya yang teradang. Gejala lain yang sering dilupakan penderita adalah kenaikan kerentanan sesak napas. Penderita penyakit asma sangat peka terhadap perangsangan. Bila ia menghisap asap rokok saja misalnya, atau asap obat nyamuk, penderita akan merasa sesak atau batuk-batuk.
Gejala kerentanan yang naik tadi akan berkurang.

Posted in Pemcegahan dan Pengobatan Asma Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyebab Asma

Untuk mengetahui seseorang diserang penyakit bengek atau asma sangat mudah diketahui. Penyakit ini sering terjadi karena faktor psikis, mereka merasa kurang perhatian bila sedang menderita bengek.
Faktor penyebab lainnya bisa debu, asap rokok, salesma, atau bau-bauan, bahan kimia, udara dingin, cuaca lembab, obat, emosi, makanan, dan kegiatan fisik lainnya. Penyebab lain bisa juga karena bau bensin dan eksim.

Penyakit asma sering juga disebabkan oleh adanya peradangan alat pernapasan yang cara penyebabnya belum sepenuhnya diketahui.

Penyaluran penyakit ini cenderung progresif artinya makin lama makin berat diselingi masa-masa tenang dan kumat, kecuali bila dilakukan pengelolaan sebaik-baiknya sejak awal penyakit ini timbul.
Serta diusahakan tidak terjadi serangan serta memburuknya penyakit.
Penderita dan keluarganya harus mengetahui faktor-faktor penyebab asma itu. Baik yang menyebabkan peradangan saluran napas atau yang menyebabkan penyempitan saluran napas.

Faktor penyebab utama antara lain adalah :
1). Debu rumah, jamur, tepung sari bunga, bulu binatang, selimut wol, tempat tidur dari kapas (kapuk)
2). Emosi stres
3). Infeksi virus, bakteri
4). Zat makanan, udang, cumi-cumi, susu, telur, dan sebagainya.
5). Zat kimia, obat nyamuk, asap rokok, asap kompor, asap dapur, perubahan cuaca
6). Pilek, kegiatan jasmani
7). Obat aspirin, penisilin

Masyarakat harus mengenal pemicu mana yang menimbulkan serangan asma pada seseorang karena selain obat asma, mereka harus menghindarkan pemicu-pemicu tadi.

Posted in Penyakit Asma | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Asma

Asma sering juga disebut sebagai penyakit bengek, ada asma yang tidak tahan keadaan dingin seperti malam hari atau udara mendung (hujan), namun ada pula yang rentan  terhadap udara panas. Serangan malam hari biasanya disertai rasa takut dan cemas. Penyakit ini sudah lama dikenal secara luas oleh kalangan masyarakat maupun kalangan medis, namun beberapa aspek penyakit ini belum begitu dipahami sepenuhnya. Diperkirakan penyakit asma ini di masa datang akan semakin banyak penderitanya. Oang dewasa yang mengidap penyakit ini diperkirakan sekitar 5-7%, sedangkan anak-anak 7-30%.

Pada tahun 2010 yang lalu, di kota Bandung anak-anak yang diserang penyakit ini asma 10%, sedangkan di Jakarta sampai 30 persen.

 

Indonesia yang beberapa puluh tahun lalu adalah negara agraris saat ini sudah menjadi negara industri. Penduduk yang biasanya bekerja di daerah agraria (pertanian) di udara terbuka dan segar, kini mereka mulai bekerja di pabrik-pabrik industri-industri, di ruangan tertutup yang banyak polusi udara. Sebagian penduduk lain harus hidup di daerah-daerah kumuh yang padat di lorong-lorong yang tidak bersih.
Penderita asma sering sekali menderita sesak napas yang demikian berat hingga menimbulkan kematian. Faktor utama terjadinya kematian sering karena asma kurang terdiagnosa dan terapinya tidak tepat.

Posted in Penyakit Asma | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pencegahan dan Pengobatan Asma Pada Anak

Sebenarnya ada banyak cara untuk mencegah dan mengobati penyakit asma yang hinggap pada anak, cara pencegahan dan pengobatan itu sendiri dapat dimulai dari lingkungan rumah tempat tinggal dan membiasakan untuk hidup bersih dan sehat.

Berikut ini ada beberapa cara untuk mencegah dari serangan asma dan penyait komplikasi lainnya yang timbul karena asma khusunya pada anak, diantaranya :

1. Menghindari atau memimnimalisir dari faktor penyebab asma pada anak, seperti : kelelahan berman, berolahraga, asap rokok, debu, polusi udara di lingkungan sekitar tempat tinggal, konsumsi ice krim dan beberapa jenis makanan lainnya yang memicu alergi.

2. Berolahraga ringan yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi tubuh itu sendiri, seperti berenang, joging dengan track yang mudah di pagi hari. Namun hal yang perlu diingat jangan terlalu berlebihan dalam melakukan jenis olaharaga apapun.

3. Bila anak memiliki berat badan yang berlebih. Disarankan untuk mengurangi berat badan agar timbunan lemak, kalori dan zat tubuh yang tak diperlukan dalam tubuh agar keluar dan tidak menyebabkan terjadinya sesak napas dan penyakit komplikasi kronis lainnya seperti diabetes mellitus, kolesterol, jantunug dsb.

4. Mencegah sebaik mungkin dari penyakit saluran pernapasan, seperti : flu, pilek, batuk.

5. Jika memelihara suatu jenis binatang peliharaan seperti kucing, anjing dsb. Untuk selalu diperhatikan akan kebersihan kandangnya, makanan dan tubuh dari binatang tersebut agar bulu-bulu halusnya tidak rontok dan bertebangan.

6. Menghindari atau mengurangi konsumsi makanan atau minuman tertentu yang bersifat terlalu manis, seperti ice cream, kue-kue dengan tingkat rasa yang terlalu manis.

7. Selalu menjaga lingkungan sekitar rumah terutama pada bagian dalam rumah. Jika rumah memiliki peralatan atau perabotan rumah tangga yang cukup banyak atau panjagan rumah lainnya, cobalah untuk ditata sedemikian rupa agar rumah terlihat lebih luas dan upayakan agar sirkulasi udara di dalam rumah tetap berjalan baik dari berbagai sudut rumah.

Pengobatan asma pada anak

Terkadang banyak orang dalam mengatasi asma sering mengkonsumsi obat-obatan asma yang banyak dijual warung dengan berbagai merk dagang. Namun hal yang paling kongkret guna meminimalisir terjadi serangan asma perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu kepada dokter ahli spesialis agar dapat menentukan obat dan dosis yang cocok dengan pasien. Pengobatan yang dilakukan untuk mengobati atau mengatasi asma, biasanya diberikan pada saat serangan asma tiba-tiba muncul atau yang sedang berlangsung. Biasanya pemberian dosis atau takaran minum diberikan tergantung dari berat badan sang anak. Akan tetapi selama tidak terjadi serangan asma, perilaku anak akan terlihat seperti biasa anak normal lainnya. Jadi usahakan sebaik mungkin untuk menghindari serangan asma tersebut, sehingga membuat anak tetap merasa nyaman untuk melakukan aktivitas lainnya.

Selain menggunakan obat-obatan medis dalam menanggani dan mengatasi asma, adapula cara lainnya dengan cara tradisional dalam meringankan asma yang diperoleh dari bahan-bahan rempah dan herbal lainnya yang dapat ditemukan dengan mudah disekitar kita. Ramuan herbal sendiri memang sudah terbukti akan khasiat dan keampuhannya dalam mengatasi atau mengobati segudang jenis penyakit tanpa efek samping negatif yang dapat menganggu fungsi kerja organ tubuh maupun kesehatan tubuh lainnya dengan catatan mengetahui bagaimana cara penggunaan dan meramu obat herbal dengan baik. Adapun bahan herbal yang dapat membantu meringankan dan mengatasi asma dan serangan asma lainnya, diantaranya :

Resep 1

Beberapa buah lobak putih dicuci bersih lalu dipotong sedang dan dijus hingga mendapat 1 mangkuk, lalu di tim dan diminum.

Resep 2

Siapkan 15 gram bunga melati yang direbus dengan 400 cc sampai mendidih hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Resep 3

Ambil 30 gram akar tanaman putri malu/sikejut direbus dengan 400 cc rebus sampai mendidih hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Resep 4

15 gram bunga kenop segar direbus dengan 400 cc hingga mendidih dan tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Resep 5

15 gram bunga melati dan 15 gram rimpang jahe direbus dengan 600 cc hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat sebanyak ½ gelas untuk 1x minum.

Resep 6

Irisan jahe setebal 3 mm ditempelkan dengan menggunakan koyo hangat/koyo cabe pada titik dazhui.

Resep 7

60 gram rumput jukut pendul direbus dengan 400 cc hingga mendidih dan tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Resep 8

10 lembar daun kecubung diiris-iris dan dijemur sampai kering. Gunakan untuk meroko dengan menggunakan bungkus dari kelobot jagung atau kulit jagung yang sudah tua. Tidak perlu dilakukan setiap hari cukup minimal 2x seminggu

Resep 9

3 siung bawang putih ditumbuk halus, lalu dicampur dengan 1 sendok makan madu, dan gula batu secukupnya. Rebus seluruh bahan tersebut hingga mendidih sambil diaduk rata dan sampai tercium aroma dari herbal tersebut, kemudian diperas dan disaring. Diminum setiap hari, setiap pagi hari hingga sembuh.

Untuk resep dari ramuan diatas dianjurkan untuk diminum dan diulangi penggunaannya cukup konsumsi 2x sehari.

Posted in Pemcegahan dan Pengobatan Asma Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penatalaksanaan Asma

Dalam mengatasi dan mencegah asma paling tidak meminimalisir terjadinya serangan asma secara tiba-tiba, kita perlu mengetahui bagaimana tata pelaksanaan dalam menanggani asma itu sendiri terutama yang banyak terjadi pada anak.

Pencegahan dan mengatasi asma dengan melakukan beberapa Terapi Asma, antara lain :

1. Terapi Medikamentosa

a. Pada serangan asma ringan, dapat diberikan obat pereda asma (reliever) yang berupa beta agonis secara inhalasi/oral atau adrenalin 1/1000, subkutan 0,01 ml/kg, berat badan/kali dengan dosis maksimal 0,3 ml/kali.

b. Pada serangan asma sedang, diberikan obat seperti di atas ditambah dengan pemberian oksigen, cairan intravena, kortikosteroid oral, dan dirawat di ODC (one day care) atau ruang rawat inap sehari.

c. Pada serangan asma berat, selain obat di atas, dilakukan pemberian aminofilin secara inisial dan rumatan. Kortikosteroid dapat diberikan secara intravena. Steroid oral dengan dosis 1-2 mg/kg berat badan/hari dibagi 3 diberikan selama 3-5 hari. Steroid yang dianjurkan adalah prednison dan prednisolon.

2. Terapi Suportif

Pengobatan atau terapi dengan peralatan yang mendukung dna lengkap pada serangan asma sangat diperlukan. Dalam kondisi tertentu bila terjadi komplikasi asma berupa dehidrasi, asidosis metabolik atau atelektasis akan segera dilakukan antisipasi yang tepat untuk mengatasinya. Pada kondisi yang khusus, misalnya adanya gangguan secara fisik, maka dibutuhkan peran prsikolog atau psikiater anak untuk meredam stress yang menjadi salah satu faktor penyebab serangan asma.

C. Terapi Bedah

Umumnya tindakan dengan terapi bedah ini tidak perlu dilakukan bahkan jarang sekali dilakukan, dalam hal ini guna dari terapi bedah adalah untuk mencegah terjadi komplikasi berupa Pneumotoraks yakni sejenis gangguan kesehatan pada fungsi paru-paru bila pada anak atau orang dewasa dikenal dengan sakit paru-paru basah. Dalam kondisi yang seperti ini diperlukan pungsi dan bila perlu dilakukan pemasangan WSD (water seal drainage) dengan tujuan untuk mengeluarkan udara dari pleura (selaput atau membran pembungkus paru-paru).

Berikut ini ada obat macam-macam steroid dengan berbagai merek dagang dan dosis dalam penggunaan obat steroid ini yang digunakan untuk mengatasi serangan asma. Namun ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis penyakit pada anak, sebelum menggunakan obat steroid ini

A. Steroid oral

1. Prednisolon (nama generik)

Nama dagang: medrol, medixon, lameson, urbason.

Sediaan: tablet 4 mg.

Dosis: 1-2 mg/kg berat badan/hari tiap 6 jam.

2. Prednison (nama generik)

Nama dagang: hostacortin, pehacort, dellacorta.

Sediaan: tablet 5 mg.

Dosis: 1-2 mg/kg berat badan/hari tiap 6 jam.

3. Triamsinolon (nama generik)

Nama dagang: kenacort.

Sediaan: tablet 4 mg.

Dosis: 1-2 mg/kg berat badan/hari tiap 6 jam.

B. Steroid injeksi (suntikan)

1. M. Prednisolon suksinat (nama generik)

Nama dagang, sediaan, dosis, jalur:

– Solu-Medrol, vial 125 mg, 30 mg/kgBB dalam 30 menit (dosis tinggi) tiap 6 jam, IV/IM.

– Medixon, vial 500 mg, 30 mg/kgBB dalam 30 menit (dosis tinggi) tiap 6 jam, IV/IM.

2. Hidrokortison suksinat (nama generik)

Nama dagang, sediaan, dosis, jalur:

– Solu-Cortef, vial 100 mg, 4 mg/kgBB/kali tiap 6 jam, IV/IM.

– Silacort, vial 100 mg, 4 mg/kgBB/kali tiap 6 jam, IV/IM.

3. Deksametason (nama generik)

Nama dagang, sediaan, dosis, jalur:

– Oradexon, ampul 5 mg, 0,5-1 mg/kgBB bolus, dilanjutkan 1 mg/kgBB/hari diberikan tiap 6-8 jam, IV/IM.

– Kalmetason, ampul 4 mg, 0,5-1 mg/kgBB bolus, dilanjutkan 1 mg/kgBB/hari diberikan tiap 6-8 jam, IV/IM.

– Fortecortin, ampul 4 mg, 0,5-1 mg/kgBB bolus, dilanjutkan 1 mg/kgBB/hari diberikan tiap 6-8 jam, IV/IM.

– Corsona, ampul 5 mg, 0,5-1 mg/kgBB bolus, dilanjutkan 1 mg/kgBB/hari diberikan tiap 6-8 jam, IV/IM.

4. Betametason (nama generik)

Nama dagang, sediaan, dosis, jalur:

– Celestone, ampul 4 mg, 0,05-0,1 mg/kgBB tiap 6 jam, IV/IM.

Posted in Penatalaksanaan Asma | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Asma Pada Anak

Menurut informasi yang diperoleh Pedoman Nasional Asma Anak (PNAA) 2004, Asma adalah mengi berulang dan/atau batuk persisten (menetap). Asma yang mendera pada anak memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Asma pada anak terkadang timbul secara episodik
2. Asma pada anak biasanya timbul ketika malam hari (Nokturnal)
3. Asma timbul secara musiman
4. Biasanya asma muncul usai sang anak melakukan kegiatan fisik, seperti berolahraga, bermain, dsb.
5. Memiliki faktor genetik dari orang tua yang memiliki riwayat penyakit asma

Menurut Global Initiative for Asthma (GINA,2006), Asma memiliki tingkat keparahan, antara lain :

a. Intermiten
b. Persisten ringan
c. Persisten sedang
d. Persisten berat

Sedangkan menurut konsensus Pediatri Internasional III (1998) asma tebagi dalam 3 fase, diantaranya :

a. Asma episodik jarang

b. Asma episodik sering

c. Asma persisten

Gambar skema saluran pernapasan pada anak penderita asma

Etiologi dari penyebab asma

Penyebab dari asma pada anak disebabkan oleh adanya faktor keturunan yang kebanyakan menjadi suatu alasan penting asma bisa menurun pada anak. Saat ini diketahui ada sekitara 80 gen yang berhubungan dengan asma, yang slah satunya adalah gen ADAM-33 (a disintegrin and metalloprotease-33), gen ini ditemukan sekitar tahun 2002. Selain faktor keturunan yang menyebabkan asma banyak faktor lainnya asma bisa menyerang pada anak.

Epidemiologi Asma

Prevalensi dari total penderita asma di seluruh negara belahan dunia diperkirakan ada 7,2 % (6 % diantaranya di derita pada orang dewasa dan 10 % lainnya pada anak).Hasil prevalensi tersebut tentunya bervariasi pada masing-masing penderita asma. Di Indonesia sendiri ada sekitar 3 % penderita asma yang mendera pada anak dengan kisaran usia 6-7 tahun, dan 5,2 % pada usia 13-14 tahun.

Berdasarkan survei dari Laporan National Center for Health Statistics atau NHCS pada tahun 2003, prevalensi serangan asama yang mendera pada anak usia 0-17 tahun sebanyak 57 per 1000 dari jumlah total anak sekitar 4,2 juta jiwa dan pada orang dewasa diatas usia 18 tahun diperkirakan sekitar 38 per 1000 (dari jumlah orang dewasa sekitar 7,8 juta jiwa). Asma lebih sering menyerang pada wanita dibanding pria.

Menurut Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organizition (WHO) mencatat ada sekitar 250.000 orang yang meninggal akibat penyakit asma. Sedangkan pada tahun 2000 berdasarkan laporan NCHS ada sekitar 4487 orang yang meninggal akibat asma atau 1,6 per 100 ribu dari jumlah penduduk. Namun fakta yang ditemukan ternyata kematian seseorang yang disebabkan oleh asma jarang terjadi pada anak.

Berikut adalah faktor resiko atau penyebab yang melatar belakangi terjadinya serangan asma, kejadian asma dilihat dari tingkat keparahan asma itu sendiri berat atau ringan asma yang di derita yang kemudian dapat mengakibatkan kematian akibat serangan dan penyakit asma, antara lain :

1. Jenis kelamin

Jika dilihat dan diamati penyakit asma lebih tinggi di derita oleh anak laki-laki dibanding anak perempuan.

2. Usia

Jika diamati dari faktor usia penyakit asma timbul kali pertama pada awal usia seseorang yakni pada tahun-tahun pertama awal kehidupan sekitar 0-17 tahun. Namun penyakit asma baru akan terdeteksi atau diketahui bila melalui pemeriksaan lebih lanjut pada dokter sekitar usia 4-8 tahun.

3. Disebabkan adanya alergi

Di Inggris dilaporkan bahwa anak usia 16 tahun yang memiliki riwayat asama atau mengi (bengek) akan mengalami serangan mengi (suara bengek) yang dapat terjadid 2x lipat lebig besar ditambah apabila anak pernah mengalami hay fever, rinitis alergi, atau eksema. Beberapa laporan lainnya juga membuktikan bahwa sensitifitasi dari alergi yang diakibatkan oleh alergen inhalan, susu, telur atau kacang pada tahun pertama kehidupan dapat menjadi indikator penyebab timbulnya penyakit asma.

4. Lingkungan

Beberapa penderita asma yang disebabkan oleh alergi yang dapat meningkatkan resiko anak menderita asma, antara lain : serpihan atau virus dari bulu binatang peliharaan, tungau debu rumah, jamur/bakteri dan serangga.

5. Ras

Prevalensi asma dan kejadian dari serangan asma lebih banyak atau lebih tinggi terjadi pada mereka yang memiliki ras kulit hitam dibanding yang memiliki kulit putih.

6. Asap rokok

Asma juga bisa terjadi pada mereka yang dikatakan seorang perokok. Karena resiko terserang asma lebih besar dan lebih tinggi pada seorang perokok dibanding dengan mereka yang tidak merokok.

7. Polusi udara

Polusi udara seperti molekul atau partikel-partikel halus yakni debu di jalan raya, nitrat dioksida, karbon monoksida, atau SO2, diduga berperan meningkatkan gejala asma, namun belum didapatkan bukti yang disepakati.

8. Infeksi saluran pernafasan

Infeksi RSV (respiratory syncytial virus) atau yang dikenal ISPA ( Infeksi Saluran Pernafasan) yang merupakan faktor resiko utama yang menyebabkan timbulnya penyakit asma yang umumnya terjadi pada anak usia 6 tahun. Sedangkan infeksi virus berulang yang tidak menyebabkan infeksi saluran pernafasan bawah dapat memberikan perlindungan pada anak terhadap asma.

Berikut tanda atau pola perilaku pada anak atau balita yang menderita asma dilihat dari tingkat keparahan asma yang diderita, sebagai berikut :

1. Jika mengalami serangan asma ringan, anak memiliki ciri atau pola perilaku, seperti :

– Anak tampak sesak saat berjalan.

– Pada bayi: menangis keras.

– Posisi anak: bisa berbaring.

– Dapat berbicara dengan kalimat.

– Kesadaran: mungkin irritable.

– Tidak ada sianosis (kebiruan pada kulit atau membran mukosa).

– Mengi sedang, sering hanya pada akhir ekspirasi.

– Biasanya tidak menggunakan otot bantu pernafasan.

– Retraksi interkostal dan dangkal.

– Frekuensi nafas: cepat (takipnea).

– Frekuensi jalannya urat nadi: normal.

– Tidak ada pulsus paradoksus (< 10 mmHg) – SaO2 % > 95%.

– PaO2 normal, biasanya tidak perlu diperiksa.

– PaCO2 < 45 mmHg 2. Jika mengalami serangan asma sedang, dengan ciri perilaku, seperti : – Anak tampak sesak saat berbicara. – Pada bayi: menangis pendek dan lemah, sulit menyusu/makan. – Posisi anak: lebih suka duduk. – Dapat berbicara dengan kalimat yang terpenggal/terputus. – Kesadaran: biasanya irritable. – Tidak ada sianosis (kebiruan pada kulit atau membran mukosa). – Mengi nyaring, sepanjang ekspirasi ± inspirasi. – Biasanya menggunakan otot bantu pernafasan. – Retraksi interkostal dan suprasternal, sifatnya sedang. – Frekuensi nafas: cepat (takipnea). – Frekuensi nadi: cepat (takikardi). – Ada pulsus paradoksus (10-20 mmHg) – SaO2 % sebesar 91-95%. – PaO2 > 60 mmHg.

– PaCO2 < 45 mmHg 3. Jika mengalami serangan asma berat tanpa disertai napas yang tiba-tiba berhenti : – Anak tampak sesak saat beristirahat. – Pada bayi: tidak mau minum/makan. – Posisi anak: duduk bertopang lengan. – Dapat berbicara dengan kata-kata. – Kesadaran: biasanya irritable. – Terdapat sianosis (kebiruan pada kulit atau membran mukosa). – Mengi sangat nyaring, terdengar tanpa stetoskop sepanjang ekspirasi dan inspirasi. – Menggunakan otot bantu pernafasan. – Retraksi interkostal dan suprasternal, sifatnya dalam, ditambah nafas cuping hidung. – Frekuensi nafas: cepat (takipnea). – Frekuensi nadi: cepat (takikardi). – Ada pulsus paradoksus (> 20 mmHg)

– SaO2 % sebesar < 90 %.

– PaO2 < 60 mmHg. – PaCO2 > 45 mmHg

2. Jika mengalami serangan asma berat yang disertai ancaman henti nafas:

– Kesadaran: kebingungan.

– Nyata terdapat sianosis (kebiruan pada kulit atau membran mukosa).

– Mengi sulit atau tidak terdengar.

– Penggunaan otot bantu pernafasan: terdapat gerakan paradoks torakoabdominal.

– Retraksi dangkal/hilang.

– Frekuensi nafas: lambat (bradipnea).

– Frekuensi nadi: lambat (bradikardi).

– Tidak ada pulsus paradoksus; tanda kelelahan otot nafas.

Kecepatan atau frekuensi nafas pada anak sadar, jika dilihat dari segi usia :

a. Pedoman nilai baku frekuensi nafas pada anak sadar:

Usia Frekuensi nafas normal :

< 2 bulan < 60 x / menit

2 – 12 bulan < 50 x / menit

1 – 5 tahun < 40 x / menit

6 – 8 tahun < 30 x / menit

b. Pedoman nilai baku frekuensi nadi pada anak

Usia Frekuensi nadi normal :

2 – 12 bulan < 160 x / menit

1 – 2 tahun < 120 x / menit

3 – 8 tahun < 110 x / menit

Posted in Penyakit Asma Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis – Jenis Penyakit Asma

Penyakit asma adalah salah satu penyakit gangguan yang menyerang salah satu organ tubuh manusia yang sangat penting yakni paru-paru. Adapula penyakit asma ini dikenal sebagai penyakit sesak napas, sesak napas atau asma dapat berkembang menjadi suatu penyakit yang cukup kronis sebut saja panyakit terkait yang bisa ditimbulkan dari asma seperti sakit paru-paru basah, kanker paru-paru dan penyakit gangguan pernapasan lainnya.

Gambar : Patofisiologi Penyakit Asma

Berdasarkan penyebab dari timbulnya asma adalah serangan asma, gangguan asma yang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis penyakit asma, diantaranya :

1. Asma yang disebabkan oleh olahraga yang berlebih

Asma yang menyerang pada anak-anak biasanya dipicu oleh serangan asma apabila melakukan suatu jenis olahraga atau aktivitas berat seperti berolahraga renang, berlari atau bersepeda. Asma yang menyerang anak-anak masih dapat ditolong dan diatasi dengan melakukan olahraga atau kegiatan fisik yang ringan yang tidak menimbulkan alergi berlebih yang menganggu pernapasan pada anak-anak.

Asma yang menyerang pada anak memiliki resiko yang lebih fatal apabila tidak ditangani sejak dini. Peran para orang tua sangat mendukung dalam menghadapi dan mengatasi serangan asma pada anak. Bila anak memiliki asma para orang tua hendaknya selalu mengingatkan sang anak atau jangan terlupa membekali anak dengan obat semprot pereda asma (spray asthma) agar selalu dibawa kemanapun dia pergi.

Guna menghindari timbulnya serangan asma mendadak, terutama disaat sang anak sedang bersekolah dan berolahraga peran orang tua untuk membekali obat asma bagi anak sangatlah penting. Meskipun sudah menggunakan obat spray asma dan masih memiliki kemungkinan mengalami serangan asma yang berlebih tetapi memiliki resiko yang lebih kecil daripada tidak menggunakan obat semprot asma sama sekali. Hal ini juga berlaku pada orang dewasa untuk tidak lupa selalu membawa obat pereda asma.

2. Asma yang disebabkan karena alergi

Asma sebagian besar menyerang anak sekitar 80 % pada usia dibawah 18 tahun dan 50 % pada orang dewasa. Diperkirakan sekitar 75-80 % asma yang diderita disebabkan oleh alergi tertentu. Penyebab asma pada anak sama halnya yang di derita pada orang dewasa. Jika pada anak yang menderita asma cenderung karena memiliki alergi sejak lahir adanya faktor genetik dari orangtua. Di dalam tubuhnya akan ditemukan kadar tinggi dari antibodi alergi yakni Imunoglobulin E (IgE). Antibodi IgE mudah mengenali alergen meski dalam jumlah paling kecil yang disebabkan oleh debu tungau yang kemudian bereaksi dan dilepaskan oleh histamin yang membuat anak menjadi bersin-bersin, pilek, mata berair dsb.

Bila anak bersin-bersin, pilek atau mata berair. Hal ini merupakan proses reaksi tubuh untuk melawan alergen yang masuk meskipun efek dari keluarnya histamin (penyebab alergi) dapat memicu serangan asma. Beberapa jenis alergi dari penyebab asma sebenarnya dapat diketahui secara dini dengan melakukan pemeriksaan khusus pada dokter ahli. Setelah diketahui penyebab pasti penyakit asma dari alergi, dokter akan memberikan suatu resep obat anti histamin (anti-alergi) untuk mencegah pelepasan histamin dalam tubuh atau pilihan pengobatan terapi asma yang disarankan dokter.

Posted in Jenis-Jenis Penyakit Asma, Penyakit Asma | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment